Tuesday, 2 July 2013

KISAH ARGUMEN 3 PROFESOR TENTANG ADANYA MALAIKAT DAN SETAN.


Benarkah di dunia ini terdapat malaikat dan setan? demikianlah sebuah pertanyaan yang telah menjadi materi pembahasan bagi para ahli. di atas mimbar, untuk yang pertama kali, berbicara seorang profesor di bidang astronomi. dia tidak mempercayai adanya malaikat, suaranya terdengar lantang, "Saya telah menggunakan teleskop untuk menyelidiki kehidupan di jagat raya ini selama 20 tahun lebih, namun tak pernah sekalipun saya menyaksikan adanya malaikat. kesimpulan saya, malaikat itu tidak ada sama sekali." tampak para hadirin begitu terpukau hingga mereka bertepuk tangan.

Profesor kedua, seorang ahli kedokteran di bidang pembedahan, memberikan penjelasan tentang tidak adanya roh pada diri manusia. dengan penuh kepercayaan diri, dia berkata: "Saya telah membedah ratusan manusia dan meneliti setiap organ tubuh manusia, namun saya tidak menemukan roh, baik di jantung, otak ataupun pembuluh darah. kesimpulan saya, roh itu tidak ada sama sekali." kembali para hadirin memberikan tepuk tangan yang meriah.

lalu profesor ketiga, seorang ahli hukum moralitas mengafirmasikan bahwa kematian itu tak ubahnya seperti padamnya sebuah api. sekali padam, maka segalanya berakhir. Omong kosong keberadaan Surga dan Neraka. lebih-lebih tidak ada apa yang dinamakan hidup abadi itu. dalam karangan ilmiah yang ditulis sejak dulu hingga sekarang tidak mencantumkan pernyataan tersebut. profesor ini juga mendapat sambutan membahana dari para hadirin.

Ketiga profesor tersebut telah memberikan argumen dan pernyataan ilmiah mereka yang dapat diterima secara logika tanpa ada kekurangan. setelah menunggu sejenak tanpa ada yang memberikan sanggahan, tiba-tiba seorang nenek tua naik ke atas mimbar lalu bertanya kepada profesor pertama, " anda telah menggunakan teleskop lebih 20 tahun, pernahkah terlihat oleh anda keberadaan angin? bagaimana wujudnya?"

"Bagaimana mungkin angin dapat terlihat melalui teleskop?" tangkis profesor tadi.

"Dapat atau tidaknya angin ditangkap oleh teleskop, keberadaannya tidak dapat kita bantah. demikian pula halnya dengan malaikat yang tidak tampak oleh mata." Si profesorpun terdiam, lalu si nenek tua mengalihkan perhatiannya kepada profesor kedua,"apakah anda mencintai isteri anda?"

"Tentu saya mencintainya." " kalau demikian, pinjamkan saya pisau untuk membedah dadamu sekedar untuk menemukan di mana letak 'cinta' itu. di hati, lambung atau di usus anda?"

Seusai nenek itu menyanggah pernyataan ketiga profesor. para hadirin tampak bergembira hingga keraguan mereka terhadap malaikat dan setan pupus seketika.

RENUNGAN:
Seperti ada didalam salah satu kitab suci: "melihat namun tak terlihat, mendengar namun tak terdengar, meraba namun tak teraba, itulah namanya kegaiban."

Sesungguhnya keberadaan TUHAN tidak dapat terlihat oleh mata, demikian pula dengan malaikat dan setan, sampai roh sendiri juga. segala peralatan zaman modern yang diciptakan, tidak dapat membuktikannya secara nyata. penglihatan dan pendengaran manusia ada batasnya, lebih-lebih tidak dapat menyelami prihal 'sesudah kematian'. seperti dalam salah satu kitab suci bersabda:" katak di sumur tidak mengenal luasnya air di samudera, suara serangga di musim panas tidaklah sebanding dengan suara di musim dingin. demikian pula seorang penyanyi manalah dapat disamakan dengan seorang pembabar kebenaran. semuanya memiliki keahlian masing-masing."

KISAH ANUGRAH DAN PETAKA (KISAH SINGKAT)


Pada masa pemerintahan Dinasti SONG, terdapatlah seseorang yang amat gemar melakukan kebajikan, bahkan hingga tiga tingkat keturunannya.

Suatu hari, sapi hitam piaraannya melahirkan seekor anak sapi putih. lalu dia bertanya kepada Sang Guru Suci tentang kejadian hari ini. Sang Guru Suci berkata:"Ini pertanda baik! sebaiknya dipersembahkan kepada tuhan."

Tak tahunya setelah lewat setahun, si ayah menjadi tunanetra. tak lama kemudian lahir lagi seekor sapi putih. dia mengutus anaknya pergi menemui Sang Guru Suci, tapi anaknya berkata: "dulu, ayah menjadi buta setelah bertanya kepada beliau. sekarang, untuk apa lagi kita pergi?"

"Ucapan Sang Guru Suci sulit dicerna pada awalnya, tapi akan berakhir dengan kebenaran. apalagi soal anugerah atau kemalangan yang sangat jelas diketahui oleh Beliau. cepatlah kamu pergi bertanya!" ujar sang ayah.

Si anak segera pergi menanyai Sang Guru Suci."Ini alamat baik!" jawab Sang Guru ketika ditanya. kembali lagi Sang Guru Suci menyarankan untuk dipersembahkan kepada Tuhan. sepulangnya, si anak memberitahukan ayahnya, lalu sang ayah berkata:"Turuti saja apa yang dikatakan oleh Sang Guru."

Kira-kira setahun kemudian, anaknya juga buta tanpa sebab. berselang beberapa lama kemudian, negara CHU menyerang ibukota negara SONG. para serdadu yang terkepung kehabisan ransum yang akhirnya memakan anak sendiri dengan buas. karena kehabisan kayu bakar, tulang manusia dijadikan sebagai bara. seluruh pemuda yang sehat dikerahkan menjadi pasukan perang. banyak diantara mereka gugur. tinggal ayah beranak yang buta itu terhindar dari musibah peperangan. setelah perang usai, kedua ayah beranak itu dapat melihat kembali.

RENUNGAN:
Kemalangan ada kalanya hadir bersama anugerah." sebuah kemalangan yang ditakuti manusia, bisa saja membawa anugerah di kemudian. sebaliknya, anugerah yang berlimpah, bisa saja mengundang hadirnya kemalangan. dalam perkara membina diri, kemalangan atau anugerah yang datang, terimalah dengan lapang dada dimana suatu kemalangan pasti ada hikmah anugerah didalamnya.

SALING MEMBANDINGKAN (KISAH SINGKAT)


Dikisahkan seorang ayah yang lagi sebal pada anaknya, lalu berkata:" George Washigton waktu seusiamu sudah begitu hebat, mana seperti dirimu apapun serba tidak ada."

Anaknya menjawab sambil menyeringai, "Washington seusiamu sudah menjadi Presiden Amerika, betul enggak?"

Dilain kisah, seorang tuan bermarga Tan mengomentari isterinya, " lihat tetangga kita nyonya Wang begitu rajin, rumahnya tampak rapi." mendengar suaminya membandingkan dirinya dengan orang lain, si isteri tak mau kalah lalu membalas, " Tuan Wang pandai mencari uang hingga isterinya tidak perlu bekerja diluar. waktunya cuma di rumah saja."

"Bukan soal suami bisa atau tidak bisa mencari uang, tapi rajin tidaknya si isteri merawat rumah!" tukas si suami dengan luapan emosi.

Si isteri tambah emosi dan berkata: "Bagaimanapun rajinnya si isteri, tapi kalau bersuamikan yang jorok, dibersihkan pun tak ada gunanya."

RENUNGAN:
Bila sebuah harapan terlalu untuk dituntut bisa membawa duka. Puas dengan apa yang dimiliki justru bahagia