Monday, 22 July 2013

KUMPULAN KATA BIJAK SIDHARTA GAUTAMA (BUDDHA)


‘Pikiran adalah pelopor dari segala sesuatu, pikiran adalah pemimpin, pikiran adalah pembentuk. Bila seseorang berbicara atau berbuat dengan pikiran jahat, maka penderitaan akan mengikutinya, bagaikan roda pedati mengikuti langkah kaki lembu yang menariknya’

‘Pikiran adalah pelopor dari segala sesuatu, pikiran adalah pemimpin, pikiran adalah pembentuk. Bila seseorang berbicara atau berbuat dengan pikiran murni, maka kebahagiaan akan mengikutinya, bagaikan bayang-bayang yang tak pernah meninggalkan bendanya’

“Ia menghina saya, ia memukul saya, ia mengalahkan saya, ia merampas milik saya.” Selama seseorang masih menyimpan pikiran seperti itu, maka kebencian tak akan pernah berakhir’

“Ia menghina saya, ia memukul saya, ia mengalahkan saya, ia merampas milik saya.” Jika seseorang sudah tidak lagi menyimpan pikiran-pikiran seperti itu, maka kebencian akan berakhir”

“Sebagian besar orang tidak mengetahui bahwa, dalam pertengkaran mereka akan binasa; tetapi mereka, yang dapat menyadari kebenaran ini; akan segera mengakhiri semua pertengkaran”

“Mereka yang menganggap, ketidak-benaran sebagai kebenaran. dan kebenaran sebagai ketidak-benaran. maka mereka yang mempunyai, pikiran keliru seperti itu, tak akan pernah dapat, menyelami kebenaran”

“Di dunia ini ia bergembira. Di dunia sana ia bergembira. Pelaku kebajikan, bergembira di kedua dunia itu. Ia bergembira dan bersuka cita karena, melihat perbuatannya sendiri yang bersih”

“Di dunia ini ia menderita. Di dunia sana ia menderita. Pelaku kejahatan menderita di kedua dunia itu. Ia meratap ketika berpikir, “Aku telah berbuat jahat,”, dan ia akan lebih menderita lagi, ketika berada di alam sengsara”

“Pikiran itu sungguh sukar diawasi. Ia amat halus dan senang mengembara sesuka hati. Karena itu hendaklah orang bijaksana selalu menjaganya. Pikiran yang dijaga dengan baik akan membawa kebahagiaan”

“Bermacam luka (hal – hal yang menyakitkan) dapat dibuat oleh orang – orang yang saling bermusuhan dan membenci, namun sesungguhnya pikiran yang diarahkan secara salah akan jauh lebih berat melukai diri sendiri”

“Janganlah memperhatikan kesalahan dan hal-hal yang telah atau belum dikerjakan oleh orang lain. Tetapi, perhatikanlah apa yang telah dikerjakan dan apa yang belum dikerjakan oleh diri sendiri”

“Tidaklah seberapa, harumnya bunga tagara dan kayu cendana; tetapi harumnya mereka, yang memiliki sila (kebajikan), menyebar sampai ke surga”

“Apabila dalam pengembaraan seseorang tak menemukan sahabat yang lebih baik atau sebanding dengan dirinya, maka hendaklah ia tetap melanjutkan pengembaraannya seorang diri. Janganlah bergaul dengan orang bodoh (tidak bijaksana)”

“Bila orang bodoh dapat menyadari kebodohannya, maka ia dapat dikatakan bijaksana; tetapi orang bodoh yang menganggap dirinya bijaksana, sesungguhnya dialah yang disebut orang bodoh”

” Selama buah dari suatu perbuatan jahat belum masak, maka orang bodoh (tak bijaksana) akan menganggapnya manis seperti madu; tetapi apabila buah perbuatan itu telah masak, maka ia akan merasakan pahitnya penderitaan”

“Suatu perbuatan jahat yang telah dilakukan, tidak segera menghasilkan buah, seperti air susu yang tidak langsung menjadi dadih; demikianlah perbuatan jahat itu membara mengikuti orang bodoh, seperti api yang ditutupi abu”

“Biarlah ia memberi nasehat, petunjuk, dan melarang apa yang tidak baik, orang bijaksana akan dicintai oleh orang yang baik dan dijauhi oleh orang yang jahat”

“Pembuat saluran air mengalirkan air, tukang panah meluruskan anak panah, tukang kayu melengkungkan kayu, orang bijaksana mengendalikan dirinya”

“Bagaikan batu karang yang tak tergoncangkan oleh badai, demikian pula para bijaksana tidak akan terpengaruh oleh celaan maupun pujian”

“Bagaikan tanah, demikian pula orang suci. Tidak pernah marah, teguh pikirannya bagaikan tugu kota (indakhila), bersih tingkah lakunya bagaikan kolam tak berlumpur. Bagi orang suci seperti ini tak ada lagi siklus kehidupan”

“Daripada seribu kata yang tak berarti, adalah lebih baik sepatah kata yang bermanfaat, yang dapat memberi kedamaian kepada pendengarnya”

“Walaupun seseorang dapat menaklukkan ribuan musuh dalam ribuan kali pertempuran, namun sesungguhnya penakluk terbesar adalah orang yang dapat menaklukkan dirinya sendiri”

“Menaklukkan diri sendiri sesungguhnya lebih baik daripada menaklukkan makhluk lain; orang yang telah menaklukkan dirinya sendiri selalu dapat mengendalikan diri”

“Biarpun selama seratus tahun seseorang menyalakan api pemujaan di hutan, namun sesungguhnya lebih baik jika ia, walaupun hanya sesaat saja, menghormati orang yang telah memiliki pengendalian diri”

“Dalam dunia ini, pengorbanan dan persembahan apapun yang dilakukan oleh seseorang selama seratus tahun, untuk memperoleh pahala dari perbuatannya itu, semuanya tidak berharga seperempat bagian pun, daripada penghormatan yang diberikan kepada orang yang hidupnya lurus”

“Ia yang selalu menghormati dan menghargai orang yang lebih tua, kelak akan memperoleh empat hal, yaitu: umur panjang, kecantikan, kebahagiaan, dan kekuatan”

“Walaupun seseorang hidup seratus tahun, tetapi malas dan tidak bersemangat, maka sesungguhnya lebih baik kehidupan sehari dari orang berjuang dengan penuh semangat”

” Pembuat kejahatan hanya melihat hal yang baik,selama buah perbuatan jahatnya belum masak, tetapi bilamana hasil perbuatannya itu telah masak, ia akan melihat akibat-akibatnya yang buruk”

“Pembuat kebajikan hanya melihat hal yang buruk,selama buah perbuatan bajiknya belum masak, tetapi bilamana hasil perbuatannya itu telah masak, ia akan melihat akibat-akibatnya yang baik”

“Apabila seseorang tidak mempunyai luka di tangan, maka ia dapat menggenggam racun. Racun tidak akan mencelakakan orang yang tidak luka. Tiada penderitaan bagi orang yang tidak berbuat jahat”

“Tidak di langit, di tengah lautan, di celah-celah gunung atau di manapun juga, dapat ditemukan suatu tempat bagi seseorang untuk dapat menyembunyikan diri dari akibat perbuatan jahatnya”

“Barang siapa mencari kebahagiaan untuk dirinya sendiri dengan jalan menganiaya makhluk lain yang juga mendambakan kebahagiaan, maka setelah mati ia tak akan memperoleh kebahagiaan”

“Kota (tubuh) ini terbuat dari tulang belulang yang dibungkus oleh daging dan darah. Di sinilah terdapat kelapukan dan kematian, kesombongan dan iri hati”

“Orang yang tidak mau belajar akan menjadi tua seperti sapi; dagingnya bertambah tetapi kebijaksanaannya tidak berkembang”

“Sungguh mudah untuk melakukan hal-hal yang buruk dan tak bermanfaat, tetapi sungguh sulit untuk melakukan hal-hal yang baik dan bermanfaat bagi diri sendiri”

“Barangsiapa dapat memandang dunia ini seperti melihat busa atau seperti ia melihat fatamorgana, maka Raja Kematian tidak dapat menemukan dirinya”

“Orang yang melanggar salah satu Dhamma (sila keempat, yakni selalu berkata bohong), yang tidak memperdulikan dunia mendatang, maka tak ada kejahatan yang tidak dilakukannya”

“Dari keinginan timbul kesedihan, dari keinginan timbul ketakutan; bagi orang yang telah bebas dari keinginan, tiada lagi kesedihan maupun ketakutan”

“Kalahkan kemarahan dengan cinta kasih dan kalahkan kejahatan dengan kebajikan. Kalahkan kekikiran dengan kemurahan hati, dan kalahkan kebohongan dengan kejujuran”

“Tidak pada zaman dahulu, waktu yang akan datang ataupun waktu sekarang, dapat ditemukan seseorang yang selalu dicela maupun yang selalu dipuji”

“Bagaikan karat yang timbul dari besi, bila telah timbul akan menghancurkan besi itu sendiri, begitu pula perbuatan-perbuatan sendiri yang buruk akan menjerumuskan pelakunya ke alam kehidupan yang menyedihkan”

“Seseorang tidak dapat dikatakan bijaksana hanya karena ia banyak bicara. tetapi orang yang damai, tanpa rasa benci dan rasa takut dapat disebut orang bijaksana”

“Apabila dengan melepaskan kebahagiaan yang lebih kecil orang dapat memperoleh kebahagiaan yang lebih besar, maka hendaknya orang bijaksana melepaskan kebahagiaan yang kecil itu, guna memperoleh kebahagiaan yang lebih besar”

“Barangsiapa menginginkan kebahagiaan bagi dirinya sendiri dengan menimbulkan penderitaan orang lain, maka ia tidak akan terbebas dari kebencian; ia akan terjerat dalam kebencian”

“Meskipun dari jauh, orang baik akan terlihat bersinar bagaikan puncak pegunungan Himalaya. Tetapi, meskipun dekat, orang jahat tidak akan terlihat, bagaikan anak panah yang dilepaskan pada malam hari”

“Orang yang lengah dan berzina akan menerima empat ganjaran, yaitu : pertama, ia akan menerima akibat buruk; kedua, ia tidak dapat tidur dengan tenang; ketiga, namanya tercela; dan keempat, ia akan masuk ke alam neraka”

“Sebaiknya seseorang tidak melakukan perbuatan jahat, karena di kemudian hari perbuatan itu akan menyiksa dirinya sendiri. Lebih baik seseorang melakukan perbuatan baik, karena setelah melakukannya ia tidak akan menyesal”

“Mereka yang merasa malu terhadap apa yang sebenarnya tidak memalukan, dan sebaliknya tidak merasa malu terhadap apa yang sebenarnya memalukan; maka orang yang menganut pandangan salah seperti itu akan masuk ke alam sengsara”

“Bergembiralah dalam kewaspadaan dan jagalah pikiranmu dengan baik; bebaskanlah dari cara-cara yang salah, seperti seekor gajah melepaskan dirinya yang terbenam dalam lumpur”

“Dalam diri makhluk-makhluk timbul rasa senang mengejar objek-objek indria, dan mereka menjadi terikat pada keinginan-keinginan indria. Karena cenderung pada hal-hal yang menyenangkan dan terus mengejar kenikmatan-kenikmatan indria, maka mereka menjadi korban kelahiran dan kelapukan”

“Orang bijaksana menyatakan bahwa belenggu yang terbuat dari besi, kayu, ataupun rami tidaklah begitu kuat. Tetapi ikatan terhadap anak-anak, istri, dan harta benda, sesungguhnya merupakan belenggu yang jauh lebih kuat”

“Orang yang pikirannya kacau, penuh dengan nafsu, dan hanya melihat pada hal-hal yang menyenangkan saja, maka nafsu keinginannya akan terus bertambah. Sesungguhnya orang seperti itu hanya akan memperkuat ikatan belenggunya sendiri”

KUMPULAN KATA BIJAK DALAI LAMA XIV


“Kebahagiaan bukanlah sesuatu yang telah tercipta. Kebahagiaan datang dari tindakan anda”

“Inilah agama sederhanaku. Tak perlu ada kuil, tak perlu ada filosofi rumit. Pikiran dan hati kita adalah kuilnya, dan filosofinya adalah kebijaksanaan”

“Jadilah baik kapanpun itu memungkinkan. Karena hal itu selalu saja memungkinkan”

“Tujuan utama kita dalam hidup ini adalah menolong orang lain. Dan jika anda tak bisa menolong mereka, setidaknya jangan menyakiti mereka”

“Teman-teman lama berlalu, teman-teman baru muncul. Seperti halnya hari yang kita lalui. Hari kemarin berlalu, hari baru datang menyambut. Hal terpenting adalah membuatnya berarti: persahabatan yang berarti – atau hari-hari yang berarti”

“Sangatlah penting untuk mengembangkan perilaku baik dan hati yang baik semampu kita. Melalui hal ini, kebahagiaan jangka pendek dan jangka panjang untuk diri sendiri dan orang lain akan datang”

“Semua tradisi agama pada dasarnya membawa pesan yang sama, yaitu cinta, kasih sayang dan pengampunan. Tetapi yang penting adalah mereka harus menjadi bagian dalam kehidupan sehari – hari”

“Cinta dan kasih sayang adalah kebutuhan, bukan kemewahan. Tanpa mereka manusia tidak dapat bertahan hidup”

“Saya menemukan harapan di hari yang paling kelam, dan fokus di hari yang paling cerah. Aku tak menilai alam semesta”

“Agama kepercayaanku sangatlah sederhana. Agama saya adalah kebaikan”

“Jika anda ingin orang lain bahagia, praktekkan kasih sayang. Jika anda ingin bahagia, praktekkan kasih sayang”

“Tujuan hidup kita adalah menjadi bahagia”

“Terkadang seseorang menciptakan kesan dinamis dengan mengatakan sesuatu, dan terkadang seseorang menciptakan kesan yang signifikan dengan hanya tetap diam”

“Tidur adalah meditasi terbaik”

“Dalam praktek bertoleransi, musuh adalah guru terbaik”

“Adalah perlu untuk saling membantu sesama, tak hanya dalam doa kita, tetapi juga dalam kehidupan sehari – hari. Jika kita sadar tak bisa membantu orang lain. Yang paling bisa kita lakukan adalah berhenti merugikan mereka”

“Kita takkan pernah menperoleh kedamaian di dunia luar sampai kita menciptakan kedamaian di dalam diri kita sendiri”

“”Hari ini, lebih dari sebelumnya, hidup harus ditandai oleh rasa tanggung jawab secara Universal, tidak hanya bangsa kepada bangsa dan manusia kepada manusia, tetapi juga manusia kepada segala bentuk kehidupan lainnya”

“Kita dapat hidup tanpa agama dan meditasi, tetapi kita tidak bisa bertahan hidup tanpa kasih sayang manusia”

“Apakah seseorang percaya pada agama atau tidak, dan apakah seseorang percaya pada reinkarnasi atau tidak, tetapi tak ada seorang pu yang tidak menghargai nilai kebaikan dan kasih sayang”

“Jika anda mempunyai kepercayaan dan agama tertentu, hal tersebut baik! Tetapi anda dapat bertahan tanpa nya”

“Jika anda tidak puas, selalu ingin lebih, lebih dan lebih. Keinginan anda tak akan pernah bisa terpuaskan. Tetapi ketika anda melatih arti kepuasan, anda dapat berkata kepada diri sendiri: “Oh ya! Aku sudah memiliki segala sesuatu yang benar – benar aku butuhkan”

“Keinginan saya untuk menyerahkan wewenang tak ada hubungannya dengan keinginan untuk mengelak dari tanggung jawab”

“Sejumlah orang telah mengatakan kepada saya, setelah mendengar pemikiran anda, pikiran mereka menjadi jauh lebih bahagia”

“Dengan menyadari potensi diri seseorang juga rasa percaya diri akan kemampuan seseorang. Seseorang dapat membangun dunia yang lebih baik”

“Akar dari segala kebaikan dalam kebohongan terdapat dalam penghargaan untuk kebaikan”

“Kurangnya keterbukaan berakibat pada ketidakpercayaan dan rasa tak nyaman yang mendalam”

“Hal terbaik untuk menyelesaikan masalah dalam dunia manusia adalah semua pihak duduk dan berbicara”

“Ketika anda melatih rasa syukur, ada rasa hormat terhadap orang lain”

“Komputer benar – benar membuat saya menjadi kosong”

“Bahkan ketika seseorang memiliki segala kenikmatan dalam hidup, makanan yang baik, tempat tinggal yang baik. Mereka tetap bisa menjadi tidak bahagia ketika menghadapi situasi yang tragis”

“Secara umum, jika manusia tidak pernah menunjukkan kemarahan, maka saya pikir ada sesuatu yang salah. Ada yang salah di dalam kepalanya”

“Dunia milik umat manusia, bukan pemimpin, raja, pangeran ataupun agama. Dunia milik umat manusia”

”Untuk mewujudkan tindakan yang positif, kita harus mengembangkan visi yang positif”

“Lihatlah situasi dari semua sudut, dan anda akan menjadi lebih terbuka”

“Dari 6 miliar manusia, para pengacau hanya segelintir saja”

“Hal terpenting adalah bahwa laki-laki harus mempunyai tujuan dalam hidupnya. Dan seharusnya menjadi sesuatu yang berguna, sesuatu yang baik”

“Ketidaksepakatan adalah sesuatu yang wajar”

“Rumah adalah dimana anda merasa berada di rumah dan diperlakukan dengan baik”

“Apakah anda menyebutnya Buddha atau agama lain, kedisiplinan diri sangatlah penting”

“Iman membantu saya mengatasi emosi negatif dan menemukan keseimbangan”

“Penampilan adalah sesuatu yang mutlak, tetapi kenyataannya tidak seperti itu. Segala sesuatu adalah saling bergantung dan tidak mutlak”

“Saya selalu yakin aturan oleh raja dan pemimpin sudahlah tertinggal. Saat ini kita harus mengejar ketinggalan tersebut dengan dunia modern”

“Orang-orang yang ‘nakal’ selalu ada. Dalam beberapa ribu tahun terakhir, selalu ada. Begitupun pada masa yang akan datang, juga ada”

“Pemerintahan China menginginkan saya mengatakan bahwa selama berabad – abad lamanya Tibet telah menjadi bagian dari China. Bahkan jika saya membuat pernyataan itu, banyak orang hanya akan tertawa. Dan pernyataan saya tidak akan mengubah sejarah. Karena sejarah adalah sejarah”

“Jika beberapa orang meyakini atau pandangan bahwa Dalai Lama memiliki kekuatan yang ajaib, itu benar-benar omong kosong”

“Ke mana pun saya pergi bertemu masyarakat, menyebarkan pesan nilai-nilai kemanusiaan, menyebarkan pesan harmoni, adalah hal yang paling penting”

Saturday, 20 July 2013

KISAH GAO FENGHAN MEMBANTU PENGEMIS


Gao Fenghan ( 高凤翰 1683-1748 SM) adalah seorang seniman terkenal pada Dinasti Qing, banyak lukisan pada dinasti Qing adalah hasil karyanya.

Pada suatu hari, ketika Gao Fenghan sedang dalam perjalanan diabertemu dengan seorang pengemis tua yang buta, yang memegang sebuah mangkuk sedang mengemis di jalanan, terlihat sangat menyedihkan.

Melihat hal tersebut didalam hati Gao Fenghan timbul rasa kasihan dan melihat mangkok di tangan pengemis sangat bagus, lalu dia membawa pengemis tersebut pulang kerumahnya, mengundang pengemis tersebut makan.

Setelah pengemis tersebut selesai makan, Gao Fenghan lalu mencuci bersih mangkok makanan pengemis, serta menggunakan pedangnya menulis sebaris kata di mangkok tersebut. “Langit kelabu gelap, jalan di depan samar-samar, langkah kaki tidak bebas berkelana di dunia, susah mendapatkan semangkok nasi cuma-cuma.” Lalu dibawahnya dibubuhi tanda tangannya.

Baris puisi sang penyair ini sangat puitis, ukirannya pedangnya sangat halus, ditambah dengan nama terkenal dari Gao Fenghan saat itu, oleh sebab itu pengemis ini membawa mangkok ini mengemis kemanapun, semua orang dengan berebutan mengundang dia makan, demi untuk menikmati karya Gao Fenghan yang terkenal.

Mulai saat itu pengemis tersebut tidak kekurangan makanan, setiap hari dia dapat makan dengan kenyang. Dan pada saat pengemis tersebut meninggal, berkat dari menjual mangkoknya itu sehingga bisa mempunyai uang untuk mengurus pengebumiannya.

Tidak berapa lama setelah pengemis tersebut meninggal, pada suatu malam, Gao Fenghan bermimpi pengemis ini berkunjung kerumahnya untuk mengucapkan terima kasih atas kebaikannya, kebetulan pada malam tersebut pembantu di rumah Gao Fenghan melahirkan seorang putra. Gao Fenghan menyadari bahwa anak tersebut adalah reinkarnasi dari pengemis tersebut.

Lalu dia memberi nama kepada anak lelaki tersebut Piau Er. Setelah Piau Er besar dia menjadi pelayan dirumah Gao Fenghan, dengan sangat telaten melayani Gao Fenghan melebihi pembantu yang lain. Setelah Gao Fenghan tua, sakit dan tidak bisa berjalan dengan normal, Piau Er dengan telaten melayani serta memapahnya berjalan, siang malam berjaga di sampingnya.

Orang yang mengetahui hal tersebut berkata, “Gao Fenghan berbuat baik mendapat balasan baik, karena kebaikan hatinya menolong pengemis pada masa mudanya, sehingga di hari tua ada orang yang melayani dia dengan setia.