Showing posts with label fiksi. Show all posts
Showing posts with label fiksi. Show all posts

Saturday, 12 April 2014

KISAH HERCULES VS. CERBERUS


Di antara kisah-kisah kerajaan yunani kuno.Herculeslah cerita yang selalu melegenda. Ia adalah 1/2 manusia 1/2 Dewa. Ibunya adalah seorang manusia sedangkan ayahnya adalah pimpinan dari para dewa,yaitu dewa petir Zeus.Walupun Hercules lahir sebagai manusia,dia juga mewarisi kekuatan para dewa karena darah keturunan ayahnya,dia mempunyai kelebihan yaitu mempunyai kekuatan yang sangat besar diatas manusia normal.

Karena kesalahannya di masa lalu,Hercules di hukum para dewa untuk melaksanakan tugas yang di berikan oleh raja Eurytheus,yaitu pamannya sendiri.

Raja Eurytheus sangat membenci Hercules karena takut Hercules akan merebut tahtanya. Maka raja Euretheus memanfaatkan hukuman Hercules dengan memberi nya tugas-tugas yang sangat berat dan berbahaya,dengan harapan Hercules akan binasa.

Tapi raja Eurytheus harus selalu menelan kekecewaan,sudah 9 tugas yang di laksanakan Hercules semua berhasil dengan baik.
Dari menangkap babi hutan Erymanthus yang berukuran raksasa dan hobi memakan manusia.
Menangkap Ceryneia rusa bertanduk emas dan berkuku perak yang dapat lari secepat angin.
Mengusir burung raksasa yang memiliki paruh,sayap,serta bulu dari tembaga yang tajam seperti anak panah.
Dan masih banyak petualangan yang telah di lalui Hercules,hingga pada ahirnya tinggal satu tugas terahir.

"Hercules keponakanku,kau telah berhasil memenuhi semua permintaanku.Ikat pinggang Hyppolita dan apel emas jupiter yang di jaga oleh para Hesperides pun telah berhasil kau persembahkan padaku. Sekarang tinggal tugas terahir dariku yang harus kau lakukan..".Kata raja Eurytheus pada Hercules.

"Sekarang tugas apa yang harus aku lakukan paman?".Tanya Hercules.

"Aku ingin sekali melihat anjing penjaga gerbang neraka,Cerberus yang di miliki pluto.

Aku ingin kau menangkap dan membawa anjing Cerberus itu dan membawanya ke hadapanku".Kata Eurytheus.Dia tahu bahwa ini adalah tugas yang sangat mustahil dan Hercules pasti akan binasa.

Sedang Cerberus sendiri adalah anjing raksasa berkepala tiga dan dapat menyemburkan api,jika satu kepala di potong maka akan tumbuh dua kepala dari bekas potongan tadi.Maka tak heran jika anjing ini layak di jadikan penjaga gerbang neraka,kerajaan Dewa Pluto.

Tapi hercules menyanggupi permintaan pamanya yang mustahil ini.
Hercules pun pergi ke kerajaan Dewa Pluto untuk meminta izin meminjam dan membawa Cerberus bersamanya.Karena tak pantas tentunya jika dia mengambil peliharaan seorang dewa tanpa meminta izin,itu adalah suatu hal yang sangat lancang.

Karena sikap Hercules yang rendah hati,Dewa Pluto pun memberi izin pada Hercules.

Tapi syaratnya Hercules harus menangkapnya sendiri tanpa membawa senjata apapun alias tangan kosong.Dan Hercules menyanggupinya.

Hercules pun pergi menuju gerbang neraka di mana Cerberus berada.

Pertarungan sengit terjadi.Cerberus yang berukuran raksasa dan selalu menyemburkan lidah api membuat Hercules kewaalahan,apa lagi dia harus melawannya dengan tangan kosong.

Hingga pada suatu waktu Hercules dapat melompat menaiki punggung Cerberus dan menangkap pangkal leher ketiga kapala Cerberus,tentu saja Cerberus meronta dan berusaha melepaskan diri.

Tapi cengkeraman Hercules yang sangat kuat membuat perlawanan Cerberus sia-sia dan ahirnya menyerah pada Hercules.
Lalu Cerberus pun mengikuti Hercules dengan patuh dan pergi menghadap raja Eurytheus.

Melihat Cerberus yang datang bersama Hercules,raja Eurytheus pun menjadi sangat ketakutan dan bersembunyi di balik kursi tahtanya.

"Bawa pergi binatang itu Hercules..!! Pergilah..kini kau bebas,tugas mu telah usai.Segera singkirkan binatang menyeramkan itu dari hadapan ku..!!".Teriak raja Eurytheus ketakutan.

Ahirnya tugas Hercules pun usai,dia mengembalikan Cerberus pada Pluto.
Kemudian setelah itu Hercules pergi mengembara,berkeliling dunia melakukan petualangan-petualangan yang mengagumkan dan menyelamatkan siapa pun yang butuh pertolongan...

RENUNGAN:
Jadilah orang yang rendah hati,karena sifat rendah hati akan membuat orang lain menghargaimu. Contohlah sifat rendah hati Hercules,meski dia memiliki kekuatan yang luar biasa,dia selalu rendah hati dan menolong pada sesama..

Wednesday, 29 May 2013

KISAH KEBAIKAN POHON KAKTUS


Sebatang pohon kaktus tumbuh di tengah-tengah gurun pasir yang luas. Tak ada kaktus lain yang tumbuh di sana. Ia satu-satunya kaktus yang berdiri entah di mana di gurun yang gersang itu. Kaktus itu merasa heran, untuk apa ia tumbuh di tempat itu.

"Aku tak melakukan apa-apa selain berdiri di sini sepanjang hari," keluhnya.
"Lalu, apa gunanya aku ada di sini. Sepertinya aku adalah tanaman terburuk yang tumbuh di gurun ini. Lihatlah, batang-batangku kurus dan berduri.
Daun-daunku kenyal seperti karet dan kasar. Kulitku tipis dan berbenjol-benjol. Aku tak dapat memberikan apa-apa. Aku tak bisa menjadi tempat berteduh ataupun buah yang segar bagi pengelana yang melintasi gurun ini. Sepertinya aku ini sungguh tak berguna."

Memang, apa yang dilakukannya sepanjang hari hanyalah berdiri di bawah terik matahari. Setiap hari ia tumbuh semakin tinggi dan gemuk. Kini duri-durinya tumbuh semakin panjang, daun-daunnya semakin sana-sini. Benar-benar kelihatan aneh sekali.

"Aku harap setidaknya aku bisa melakukan sesuatu yang berguna," bisiknya sedih.

Pada siang hari seekor elang berputar-putar di ketinggian gurun dengan gagahnya.

"Apa yang bisa aku lakukan dengan hidupku ini?" teriak kaktus pada elang. Entah terdengar atau tidak, elang lalu terbang meninggalkannya.

Pada malam hari, bulan melayang di atas langit dan memancarkan sinar pucatnya ke seluruh penjuru gurun.

"Hal baik apa yang bisa aku lakukan dalam hidupku in?" teriak kaktus pada bulan. Tetapi bulan tetap menggantung di langit sepanjang malam.

Seekor kadal merayap di dekatnya meninggalkan jejak-jejak indah di atas pasir.

"Hai kadal," seru kaktus. "Menurutmu manfaat apa yang bisa aku berikan dalam hidupku ini?"

"Kau?" kadal terkekeh-kekeh. Ia diam sejenak. "Manfaat darimu? Tanyalah sendiri mengapa kau tak bisa melakukan apa-apa. Lihatlah, elang bisa melayang dengan indah di udara. Kita semua bisa mengagumi kemampuannya meliuk-liuk di sana. Lihatlah, bulan tergantung di langit seperti lentera di malam hari. Cahayanya menerangi kita agar bisa kembali pulang ke rumah. Bahkan, aku, kadal tanah masih bisa melakukan sesuatu yang berguna. Jejak-jejakku menghiasi pasir gurun ini. Tapi kau? Kau tak melakukan apa-apa selain berdiri dengan buruknya di situ setiap hari."

Begitulah terus hingga bertahun-tahun. Pada akhirnya, ketika sang kaktus telah menjadi tua. Usianya mungkin tinggal sebentar lagi. Ia merasa sesuatu terjadi pada tubuhnya. "Oh Tuhan," jeritnya. "Aku telah berusaha dengan keras bertahun-tahun agar menjadi sesuatu yang berguna. Maafkan aku bila aku
gagal melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi gurun ini. Aku takut aku telah terlambat."

Tapi pada saat itu, tubuhnya terguncang dan bergetar dengan hebat. Dari dalam tubuhnya muncul dan mekarlah sebongkah bunga yang indah, bagaikan mahkota cantik di atas kerumunan kelopak bunga. Belum pernah gurun itu melihat bunga yang cantik seperti itu. Angin yang mencium wewangian aroma
bunga itu terkagum-kagum dan segera menyebarkannya agar bisa dinikmati oleh seluruh penjuru gurun. Kupu-kupu yang selama ini tidak menjauh, kini mengerubungi mengagumi kecantikan bunga kaktus. Di malam hari bulan sengaja memayungi bunga kaktus sehingga menciptakan bayangan yang anggun.

Keindahan bunga itu kini melenyapkan seluruh keputus-asaan sang kaktus selama ini. Pada akhirnya ia bisa memberikan sesuatu yang berguna bagi gurun ini, bagi kehidupan ini.

Seorang pengelana yang melintasi berbisik padanya, "Kaktus, kau telah menunggu sekian lama. Kini menjelang hayatmu, akhirnya kau berhasil mempersembahkan sesuatu bagi kita semua. Tahukah kau, bahwa hati yang senantiasa mencari kebaikan pada akhirnya akan memberikan kebaikan pula. Tak peduli bagaimana wujud dan kerasnya kerjamu. Karena hanya kebaikanlah yang dapat memberikan kebahagiaan, meski hanya sejenak." Ketika sang kaktus menatap wajah pengelana itu, tiba-tiba pengelana itu lenyap menjadi asap dan membumbung tinggi ke langit.

Monday, 25 March 2013

KISAH UANG RP.100.000,- & RP.1.000,-


Uang seribu dan seratus ribu memiliki asal-usul yang sama tapi mengalami nasib yang berbeda. Keduanya sama-sama dikeluarkan dari Bank Indonesia dengan bahan dan alat-alat yang oke. Pertama kali keluar dari Bank Indonesia, uang seribu dan seratus ribu sama-sama bagus, berkilau, bersih, harum dan menarik. Namun tiga bulan setelah keluar dari Bank Indonesia, uang seribu dan seratus ribu bertemu kembali di dompet seseorang dalam kondisi yang berbeda.

Uang seratus ribu berkata pada uang seribu :
“Ya, ampuunnnn. ……… darimana saja kamu, kawan? Baru tiga bulan kita berpisah, koq kamu udah lusuh banget? Kumal, kotor, lecet dan….. bau!
Padahal waktu kita sama-sama keluar dari Bank Indonesia, kita sama-sama keren kan….
Ada apa denganmu?”

Uang seribu menatap uang seratus ribu yang masih keren dengan perasaan nelangsa. Sambil mengenang perjalanannya, uang seribu berkata :
“Ya, beginilah nasibku , kawan. Sejak kita keluar dari Bank Indonesia, hanya tiga hari saya berada di dompet yang bersih dan bagus. Hari berikutnya saya sudah pindah ke dompet tukang sayur yang kumal. Dari dompet tukang sayur, saya beralih e kantong plastik tukang ayam. Plastiknya basah, penuh dengan darah dan taik ayam. Besoknya lagi, aku dilempar ke plastik seorang pengamen, dari pengamen sebentar aku nyaman di laci tukang warteg. Dari laci tukang warteg saya berpindah ke kantong tukang nasi uduk, dari sana saya hijrah ke ‘baluang’ (all : tau kan baluang…?) Inang-inang.

Begitulah perjalananku dari hari ke hari. Itu makanya saya bau, kumal, lusuh, karena sering dilipat-lipat, digulung-gulung, diremas-remas. ……”

Uang seratus ribu mendengarkan dengan prihatin.:
“Wah, sedih sekali perjalananmu, kawan! Berbeda sekali dengan pengalamanku. Kalau aku ya, sejak kita keluar dari PERURI itu, aku disimpan di dompet kulit yang bagus dan harum. Setelah itu aku pindah ke dompet seorang wanita cantik. Hmmm… dompetnya harum sekali. Setelah dari sana, aku lalu berpindah-pindah, kadang-kadang aku ada di hotel berbintang 5, masuk ke restoran mewah, ke showroom mobil mewah, di tempat arisan Ibu-ibu pejabat, dan di tas
selebritis.

Pokoknya aku selalu berada di tempat yang bagus. Jarang deh aku di tempat yang kamu ceritakan itu. Dan…… aku jarang lho ketemu sama teman-temanmu. ”

Uang seribu terdiam sejenak. Dia menarik nafas lega, katanya :
“Ya. Nasib kita memang berbeda. Kamu selalu berada di tempat yang nyaman.

Tapi ada satu hal yang selalu membuat saya senang dan bangga daripada kamu!”

“Apa itu?” uang seratus ribu penasaran.
“Aku sering bertemu teman-temanku di kantong-kantong kolekte di gereja dan di kotak-kotak amal di mesjid atau di tempat-tempat ibadah lain. Hampir setiap minggu aku mampir di tempat-tempat itu. Jarang banget tuh aku melihat kamu disana…..”