Showing posts with label kisah. Show all posts
Showing posts with label kisah. Show all posts

Tuesday, 24 May 2016

Khawatir Dari Suul Khotimah



Simak KISAH BERIKUT INI:

Suatu malam al Imam Sufyan ats Tsauriy rahimahullahu menangis hingga waktu shubuh, maka tatkala masuk waktu shubuh dikatakan kepadanya:

"Apakah engkau menangis dikarenakan takut kepada dosa-dosamu?"

Maka beliau mengambil jerami dari tanah, kemudian beliau mengatakan: "Adapun dosa, maka ia lebih ringan dari ini."

Hanya saja aku menangis, karena khawatir dengan suul khatimah."

»»»»»»»»»
Berkata al Imam Ibnul Qayyim rahimahullahu mengomentari, ucapan al Imam Sufyan ats Tsauriy:

"Ini merupakan pemahaman yang mendalam, seorang merasa khawatir dan takut jika dosa-dosanya akan menghinakannya tatkala kematian mendatanginya.

Kemudian memalingkannya dari husnul khatimah."

ad Da'u wa ad Dawa' (hal. 390)

°°°°°°°°°°°°°
🔰🌠Forum Salafy Purbalingga

↗️JOIN dengan kami di chanel:
http://bit.ly/ForumSalafyPurbalingga

Monday, 12 January 2015

Kisah Imam Baqi bin Makhlad Al-Andalusi Pura-pura Menjadi Pengemis

Monday, 21 October 2013

Kisah Qarun

kisah qorun
Kisah Qarun - Qarun adalah kaum Nabi Musa, berkebangsaan Israel, dan bukan berasal dari suku Qibthi (Gypsy, bangsa Mesir). Allah mengutus Musa kepadanya seperti diutusnya Musa kepada Fir'aun dan Haman. Allah telah mengaruniai Qarun harta yang sangat banyak dan perbendaharaan yang melimpah ruah yang banyak memenuhi lemari simpanan. Perbendaharaan harta dan lemari-lemari ini sangat berat untuk diangkat karena beratnya isi kekayaan Qarun. Walaupun diangkat oleh beberapa orang lelaki kuat dan kekar pun, mereka masih kewalahan.

Qarun mempergunakan harta ini dalam kesesatan, kezaliman dan permusuhan serta membuatnya sombong. Hal ini merupakan musibah dan bencana bagi kaum kafir dan lemah di kalangan Bani Israil.Dalam memandang Qarun dan harta kekayaannya, Bani Israil terbagi atas dua kelompok. Kelompok pertama adalah kelompok orang yang beriman kepada Allah dan lebih mengutmakan apa yang ada di sisi-Nya. Karena itu mereka tidak terpedaya oleh harta Qarun dan tidak berangan-angan ingin memilikinya. Bahkan mereka memprotes kesombongan, kesesatan dan kerusakannya serta berharap agar ia menafkahkan hartanya di jalan Allah dan memberikan kontribusi kepada hamba-hamba Allah yang lain.Adapun kelompok kedua adalah yang terpukau dan tertipu oleh harta Qarun karena mereka telah kehilangan tolok ukur nilai, landasan dan fondasi yang dapat digunakan untuk menilai Qarun dan hartanya. Mereka menganggap bahwa kekayaan Qarun merupakan bukti keridhaan dan kecintaan Allah kepadanya. Maka mereka berangan-angan ingin bernasib seperti itu.

Qarun mabuk dan terlena oleh melimpahnya darta dan kekayaan. Semua itu membuatnya buta dari kebenaran dan tuli dari nasihat-nasihat orang mukmin. Ketika mereka meminta Qarun untuk bersyukur kepada Allah atas sedala nikmat harta kekayaan dan memintanya untuk memanfaatkan hartanya dalam hal yang bermanfaat,kabaikan dan hal yang halal karena semua itu adalah harta Allah, ia justru menolak seraya mengatakan "Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu karena ilmu yang ada padaku"

Suatu hari, keluarlah ia kepada kaumnya dengan kemegahan dan rasa bangga, sombong dan congkaknya. Maka hancurlah hati orang fakir dan silaulah penglihatan mereka seraya berkata, "Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa diberikan kepada Qarun; sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar."Akan tetapi orang-orang mukmin yang dianugerahi ilmu menasihati orang-orang yang tertipu seraya berkata, "Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh…."

Berlakulah sunnatullah atasnya dan murka Allah menimpanya. Hartanya menyebabkan Allah murka, menyebabkan dia hancur, dan datangnya siksa Allah. Maka Allah membenamkan harta dan rumahnya kedalam bumi, kemudian terbelah dan mengangalah bumi, maka tenggelamlah ia beserta harta yang dimilikinya dengan disaksikan oleh orang-orang Bani Israil. Tidak seorangpun yang dapat menolong dan menahannya dari bencana itu, tidak bermanfaat harta kekayaan dan perbendaharannya.

Tatkala Bani Israil melihat bencana yang menimpa Qarun dan hartanya, bertambahlah keimanan orang-orang yang beriman dan sabar. Adapaun mereka yang telah tertipu dan pernah berangan-angan seperti Qarun, akhirnya mengetahui hakikat yang sebenarnya dan terbukalah tabir, lalu mereka memuji Allah karena tidak mengalami nasib seperti Qarun. Mereka berkata, "Aduhai, benarlah Allah melapangkan rezeki bagi siapa saja yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya dan menyempitkannya; kalau Allah tidak melimpahkan karunia-Nya atas kita benar-benar Dia telah membenamkan kita (pula). Aduhai benarlah, tidak beruntung orang-orang yang mengingkari (nikmat Allah)."

PENYEBUTAN QARUN DALAM QURAN

Nama Qarun diulang sebanyak empat kali dalam Al-Quran, dua kali dalam surah al-Qashash, satu kali dalam surah al-`Ankabut, dan satu kali dalam surah al-Mu'min.Penyebutan dalam surah al-`Ankabut pada pembahasan singkat tentang pendustaan oleh tiga orang oknum thagut, yaitu Qarun,Fir'aun, dan Haman, lalu Allah menghancurkan mereka.

"Dan (juga) Qarun, Fir'aun dan Haman. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka Musa dengan (membawa bukti-bukti) keterangan-keterangan yang nyata. Akan tetapi, mereka berlaku sombong di (muka) bumi, dan tiadalah mereka orang-orang yang luput (dari kehancuran itu).
Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya, maka diantara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu, kerikil dan diantara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, dan diantara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan diantara mereka ada yang Kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri." (al-`Ankabut: 39-40)

Penyebutan dalam surah al-Mu'min (Ghafir) pada kisah pengutusan Musa a.s. kepada tiga orang thagut yang mendustakannya."Dan sesungguhnya telah Kami utus Musa dengan membawa ayat-ayat Kami dan keterangan yang nyata, kepada Fir'aun, Haman, dan Qarun, maka mereka berkata, `(Ia) adalah seorang ahli sihir yang pendusta.'" (al-Mu'min:23-24)


Orang Beriman

iman
Orang Beriman - Imam Ahmad meriwayatkan dari Jarir bin Adullah dia berkata, "Kami pergi bersama Rasulullah saw.. Setelah kami meninggalkan Madinah, tiba-tiba ada seorang penunggang menuju ke arah kami. Rasulullah saw. bersabda, Sepertinya penunggang itu ada keperluan kepadamu.? Akhirnya, tibalah penunggang itu pada kami seraya memberi salam. Kami pun menjawab salamnya. Rasulullah saw. Bertanya kepadanya, Dari mana engkau? Dia menjawab, "Dari istriku, anakku, dan keluargaku. Beliau bertanya, Hendak ke mana kamu? Dia menjawab, Hendak menemui Rasulullah. Beliau bersabda, Kamu telah menjumpainya. Dia berkata, Ajarkanlah kepadaku apakah iman itu? Beliau bersabda, Hendaklah kmau bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah, bahwa Muhammad merupakan Rasul Allah, kamu pun harus mendirikan shalat, membayar zakat, berpuasa pada bulan Ramadhan, dan beribadah haji ke Baitullah. Dia berkata, Sungguh aku mengakui "

Jarir melanjutkan, "Kemudian kaki depan unta orang itu masuk ke dalam lubang tikus yang besar sehingga unta pun terperosok, demikia pula orang itu terjatuh dengan kepala terbentur hingga ia mati. Maka Rasulullah bersabda, Saya harus menolong orang itu! Maka Amar bin Yasir dan Hudzaifah bin al-Yaman meloncat untuk memburu Nabi saw. Lalu keduanya mendudukkan beliau seraya berkata, Ya Rasulullah, orang itu sudah meninggal. "

Jarir berkata, "Maka Rasulullah berpaling dari kedua sahabat itu, lalu bersabda kepada keduanya, Apakah kamu berdua tidak melihat keberpalinganku dari orang itu? Sungguh saya melihat dua malaikat menyuapkan buah surga ke mulut orang itu sehingga tahulah saya bahwa dia mati dalam keadaan lapar! Kemudian Rasulullah saw. Bersabda, Orang ini termasuk orang-orang yang disifati Allah dalam firman-Nya, "

Orang-orang yang beriman dan mereka tidak mencampurkan keimanannya dengan kezaliman. Kemudian beliau melanjutkan, Bawalah saudaramu itu! Maka kami pun membawanya ke air, memandikannya, melumurinya dengan obat, mengafaninya, dan membawanya ke kubur.

Lalu, datanglah Rasulullah saw. Kemudian beliau duduk di pinggir kubur dan bersabda, Buatlah lahad (relung di lubang kubur) dan jangan membuat galian di tengah-tengah, sebab lahad itu untuk umat Islam sedang lubang di tengah untuk agama lain."

Sunday, 22 September 2013

Bagaimana Ciri-ciri Meninggalnya Seorang Mukmin?

Bagaimana Ciri-ciri Meninggalnya Seorang Mukmin? - Pertanyaan: Assalamu’alaikum, bagaimana ciri-ciri meninggalnya seorang mukmin dan menggeliat ketika nyawa sedang di cabut apakah termasuk di dalamnya?

Jawaban:

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
Ciri-ciri husnul khatimah adalah hal yang dimaklumi dan dijelaskan oleh para ulama. Diantara yang terbaik menjelaskannya adalah syaikh Al-Albany dari kitab beliau Akhamul Jana`iz. Dan menggeliat adalah suatu hal yang lumrah dalam sakaratul maut dan hal tersebut telah menimpa orang-orang yang sholih dari masa shohabat hingga hari ini.

Bahkan Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam -sedang beliau adalah makhluk termulia, pemuka para nabi dan rasul, orang yang paling bertakwa- juga mengalami sakarat, sebagaimana yang dimaklumi kisahnya dalam hadits Aisyah riwayat Al-Bukhari dan Muslim. Dan beliau sendiri bersabda,

“Sesungguhnya pada kematian itu ada sakarat.”

Semoga Allah menutup kita semua dengan husnul khatimah dan meringankan jiwa-jiwa kita yang bergelimang kesalahan dan dosa saat sakaratul maut. Innahu Jawwadun Karim. Wallahu A’lam.

Sumber: http://pakisbintaro.wordpress.com/2009/02/23/tanya-jawab-ciri-ciri-meninggal-seorang-mukmin/