Showing posts with label Serba - Serbi. Show all posts
Showing posts with label Serba - Serbi. Show all posts

Monday, 17 December 2012

Hal Yang Disunatkan Ketika Mandi Besar

Mandi Besar
Sunat Mandi Besar
Pada artikel sebelumnya kita telah membahas masalah fardu mandi besar yakni hal yang harus dilakukan ketika mandi besar.

Jikalau kita tidak memenuhi fardu tersebut, maka kemungkinan mandi besar kita tak akan jadi yang secara otomatis tidak akan mengesahkan ibadah lainnya seperti sholat.

Selain hal yang wajib dilakukan pada mandi besar, ada pula hal yang dianjurkan atau disunatkan pelaksanaannya ketika mandi besar. Rincian hal tersebut adalah :
  1. Membaca Basmallah sebelum mulai
  2. Membersihkan badan dari kotoran atau najis seperti dari mani, madzi ataupun wadi
  3. Berwudu dahulu sebelumnya
  4. Membasuh seluruh badan diulang sebanyak 3 kali
  5. Awalilah dengan bagian badan yang paling kanan dan posisi paling atas
  6. Menggosok gosok badan kita
  7. Menghadap arah qiblat
  8. Sebaiknya di tempat yang tidak ada percikan banyak air
  9. Lakukan di tempat yang tertutup/di WC
  10. Posisi tempat air sebaiknya di sebelah kanan dari pelaku
  11. Jangan minta bantuan/dimandiin kecuali dalam keadaan darurat seperti habis sakit
  12. Membaca 2 kalimat syahadat setelahnya
  13. Kumur-kumur mulut dan membersihkan hidung
Semoga bermanfaat....

Saturday, 15 December 2012

Asal Manusia Di Ciptakan Allah Swt

Asal Manusia Di Ciptakan Allah Swt
Asal Manusia Di Ciptakan Allah Swt
Pada pembahasan Asal Manusia Di Ciptakan Dari Tanah dan Bahan Dasar Manusia ini di ambil dari buku fiqh kehamilan dan kelahiran, sengaja saya informasikan lebih luas supaya kita bisa saling berbagi hal yang bersifat mendidik dalam bentuk wawasan.

Dalam salah satu bahasannya di sebutkan juga bahwa Manusia di tinjau dari bahan dasar terbagi menjadi tiga golongan, dan tiga Bahan Dasar Manusia tersebut adalah sebagai berikut :

Bahan Dasar Manusia :
1. Manusia yang bahan dasarnya (asalnya) dari tanah.
2. Manusia yang bahan dasarnya (asalnya) dari tulang rusuk.
3. Manusia yang bahan dasarnya (asalnya) dari air mani (sperma).

Asal Manusia Dari Tanah :
Adapun manusia yang berasal dari tanah adalah nabi adam, beliau manusia pertama yang di ciptakan oleh Allah SWT, beliau berasal dari tanah liat kering yang warnanya hitam kemudian di bentuk wujud manusia, memiliki kepala, badan, serta dua tangan, dua kaki dan lain-lain, lalu hidup setelah di masuki ruh.

Sebagaimana Firman Allah SWT dalam Al-Qur'an Surat al-Hijr : 26. Seperti berikut di bawah ini :

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنْ صَلْصَالٍ مِنْ حَمَإٍ مَسْنُونٍ

"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk". (QS. Al-Hijr : 26).

Demikian pembahasan " Asal Manusia Di Ciptakan Dari Tanah dan Bahan Dasar Manusia " kami share, Semoga bermanfaat.....

Wednesday, 7 November 2012

15 Sebab Dicabutnya Berkah

Berkah adalah sesuatu yang tumbuh dan bertambah, sedangkan tabarruk adalah do’a seorang manusia atau selainnya untuk memohon berkah. Allah SWT menjadikan berkah hanya bagi hamba-Nya yang beriman, bertaqwa dan shaleh.

Firman Allah dalam surat Al-A’raaf ayat 96 yang artinya “Jikalau sekiranya penduduk negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi…” .

Beberapa sebab dicabutnya Berkah :

1. Tidak adanya Taqwa dan Tidak takut kepada Allah SWT.

2. Tidak Ikhlas dalam beramal.

3. Tidak menyebut nama Allah SWT dalam setiap perbuatan dan tidak melakukan Dzikir serta Ibadah kepada-Nya. Setiap perbuatan yang tidak diawali dengan Bismillah, maka perbuatan itu terputus untuk memperoleh kebaikan dan berkah, bahkan perbuatan anda tersebut akan disertai syetan.

4. Memakan barang yang haram dan yang dihasilkan dari perbuatan haram.

5. Tidak berbakti kepada kedua orang tua dan menyia-nyiakan hak anak.

6. Memutus tali silaturahmi dan hubungan kekerabatan.

7. Sikap Bakhil dan tidak mau ber-infaq. Allah SWT tidak akan memberkahi harta yang hanya disimpan oleh pemiliknya dan enggan untuk menginfakkannya, karena perbuatan tersebut adalah perbuatan bakhil yang sangat tercela dan dibenci.

8. Tidak bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya.

9. Tidak Ridha terhadap apa yang diberikan Allah dan tidak pernah merasa puas (tidak qana’ah).

10. Melakukan perbuatan maksiat dan dosa, serta enggan bertaubat dan beristighfar.

11. Tidak mendidik anak dengan ajaran Diennullaah. Anak kita adalah tumpuan hati kita, pengharum jantung kita, pewangi aroma dunia dan buah kehidupan kita. Siapa saja yang berlaku buruk terhadap anak maka ia telah merugi dan telah melakukan ketidak patutan. Anak kita adalah madu kehidupan kita.

12. Berbuat kerusakan dan keburukan dimuka bumi.

13. Tidak bersyukur kepada Allah atas nikmat-Nya.

14. Pertengkaran dan perselisihan antara suami-istri.

15. Mendoakan kecelakaan bagi diri sendiri, anak-anak dan harta benda. Tidak ada kebaikan dan keberkahan pada dirimu, anakmu atau harta bendamu jika engkau mendoakannya dengan kecelakaan, karena terkadang Allah mengabulkan doamu pada saat itu, maka terjadilah musibah dan engkau menyesal ketika penyesalan tak berguna lagi.

Semoga bermanfaat bagi kita semua...!!!

Tuesday, 6 November 2012

Makna Dua Kalimat Syahadat

Makna Dua Kalimat Syahadat Dua kalimat Syahadat adalah dua perkataan pengakuan yang diucapkan dengan lisan dan dibenarkan oleh hati untuk menjadikan diri sebagai orang islam.

Lafadz dua kalimat syahadat adalah...
" ASYHADU AN LAA ILAAHA ILLALLAH, WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR ROSULULLOH "

Artinya :" Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah. "

Jika seseorang yang bukan islam membaca dua kalimat syahadat ini dengan sungguh-sungguh, yaitu membenarkan dengan hati apa yang ia ucapkan, serta mengerti apa yang ia ucapkan, maka masuklah ia ke dalam agama Islam. Dan ia berkewajiban mengerjakan rukun Islam.

Makna 2 kalimah Syahadat atau Syahadattain adalah :
1. Syahadat Tauhid
Artinya menyaksikan ke-Esaan Allah SWT.
2. Syahadat Rasul
Artinya menyaksikan dan mengakui kerasulan Nabi Muhammad SAW.

Jadi, dua kalimat syahadat ini kudu diucapkan, harus dimengerti artinya dan dibenarkan dalam hati agar sah islamnya. Kalau hanya diucapkan di lisan tentu semua orang bisa, namun belum tentu hatinya mengerti dan mempercayainya.

Film yang Menghina Nabi Muhammad SAW

Film yang Menghina Nabi Muhammad SAWInnocence of Muslims, www.kuasa-illahi.web.id - Umat Islam kembali digegerkan dengan kasus penghinaan kepada Rasulullah saw.

Sebuah film yang dibuat di Inggris berjudul “Innocence of Muslims” mengegerkan dunia Islam karena Nabi Muhammad digambarkan dengan prilaku yang sangat buruk dan diperankan oleh seorang aktor Amerika Serikat.

Tak pelak, umat muslim di Libya dan Mesir bergolak menanggapi peredaran film kontroversial tersebut. Apalagi, film juga sengaja diedarkan dengan terjemahan bahasa Arab.

Dilansir Wall Street Journal, film itu diproduksi oleh pengusaha real state kenamaan Amerika Serikat keturunan Israel, Sam Bacile (52) asal California. Dalam pernyataannya, Bacile, menyebut Islam tidak ubahnya seperti penyakit kanker.

Film itu dibuat dengan biaya US$ 5 juta atau sekitar Rp 47,8 miliar, yang merupakan hasil donasi dari 100 warga Yahudi di Amerika Serikat. Dalam film itu Nabi Muhammad diperankan oleh seorang aktor Amerika dan digambarkan dengan prilaku yang sangat jauh dari sejarah kehidupan Rasulullah saw.

Di Timur Tengah, film yang kali pertama memvisualkan sosok Nabi Muhammad itu kini memantik unjuk rasa besar-besaran di Libya dan Mesir. Bahkan, seorang warga Amerika Serikat tewas saat pengunjuk rasa menerobos ke gedung Konsulat AS di Kota Benghazi, Libya, Selasa (12/09) waktu setempat.

Film itu sengaja dimunculkan bersamaan dengan peringatan peristiwa 11 September. Dilansir CNN, di Kairo, Mesir, sejumlah pengunjuk rasa melompati pagar kedutaan dan menurunkan bendera AS. Di Libya, saksi mata menyatakan kelompok Islam garis keras Ansar al-Sharia merangsek ke gedung konsulat di Benghazi. Otoritas di AS telah mengkonfirmasi kematian seorang warganya, namun identitasnya belum dipublikasikan.

Wednesday, 22 June 2011

Memberi Nama Anak Dengan Nama Kakeknya

BAYI
Memberi Nama Anak Dengan Nama Kakeknya
Di Indonesia, jarang kita temukan seseorang memberi nama anaknya seperti nama bapaknya. Mungkin saja kalau ini ada, bisa menimbulkan tanda tanya. Padahal tradisi seperti ini tidak asing pada zaman Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam dan para sahabatnya serta abad-abad sesudahnya. Tidak sedikit dari para ulama memberikan nama anaknya dengan nama bapaknya.

Sesungguhnya memberi nama anak dengan nama bapaknya (kakek dari si anak) adalah sesuatu yang masyru' dalam Islam, karenanya tidak boleh diingkari. Apalagi kalau kakeknya tersebut sebagai orang shalih dan berharap anak tadi menjadi seperti kakeknya. Karena nama, disamping sebagai panggilan juga sebagai doa.

Terdapat dalam Shahih Muslim dan lainnya, dari Anas bin Malik Radhiyallahu 'Anhu, Rasullullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,

وُلِدَ لِي اللَّيْلَةَ غُلَامٌ فَسَمَّيْتُهُ بِاسْمِ أَبِي إِبْرَاهِيمَ

"Malam tadi aku dianugerahi seorang bayi laki-laki, segera aku namai ia dengan nama bapakku, yakni Ibrahim." (HR. Muslim)

Pernyataan Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam di atas yang menamakan anak beliau dengan nama bapaknya, Ibrahim, tidak bertentangan dengan kesepakatan bahwa nama bapak kandung beliau adalah Abdullah. Abdullah adalah bapak kandungnya secara langsung, sementara Nabi Ibrahim 'alaihimas salam adalah bapak dari kakek-kakeknya. Beliau adalah bapak dari Nabi Ismail 'alaihimas salam, sementara Ismail adalah bapak (moyang) dari bangsa Arab 'And yang nasab suku Quraisy berujung padanya. Dan Quraisy adalah suku/kabilah Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Sementara dalam kebiasaan bangsa Arab, kakek disebut sebagai bapak sebagaimana firman Allah tentang ucapan Nabi Yusuf 'alaihis salam:

وَاتَّبَعْتُ مِلَّةَ آَبَائِي إِبْرَاهِيمَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ

"Dan aku mengikut agama bapak-bapakku yaitu Ibrahim, Ishak dan Yakub." (QS. Yusuf: 38)

Dan juga sebagaimana firman Allah Ta'ala tentang ucapan lisan Nabi Ya'kub 'alaihis salam:

كَمَا أَتَمَّهَا عَلَى أَبَوَيْكَ مِنْ قَبْلُ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْحَاقَ إِنَّ رَبَّكَ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

"Sebagaimana Dia telah menyempurnakan nikmat-Nya kepada dua orang bapakmu sebelum itu, (yaitu) Ibrahim dan Ishak. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." (QS. Yusuf: 6)

Nabi Ibrahim dan Ishaq dalam dua ayat di atas merupakan kakek dari Nabi Yusuf 'alaihis salam, bukan sebagai bapak kandung langsung. Bapak kandung beliau adalah Ya'kub 'alaihis salam.

Pemberian nama anak dengan nama kakeknya (bapak dari sang ayah) telah dilakukan oleh seorang salafus shaleh, al-Husain bin Ali Radhiyallahu 'Anhuma telah menamai anaknya Ali (Zainal Abidin) yang merupakan nama ayahnya Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu 'Anhu.

Jadi memberi nama anak dengan nama bapaknya (kakek dari sang anak) bukan sesuatu yang dilarang, tapi termasuk sesuatu yang dibolehkan. Apalagi tradisi semacam itu telah dilakukan para pendahulu dari umat ini yang shalih. Wallahu Ta'ala a'lam.


Keyword's : Memberi, Nama, Anak, Kakek, Memberi nama, Nama anak, Nama kakeknya, Nama anak wanita, Nama anak pria, Nama anak dalam islam, Nama islam, Anak solehah, hukum memberi nama anak