Asy Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baaz rahimahullahu
Pertanyaan:
Apa hukum seorang yang mengangkat kedua tangannya, tatkala khatib berdo'a untuk kaum muslimin pada khutbah kedua.Dengan menyebutkan dalilnya.
Semoga Allah membalas anda dengan kebaikan.
Jawaban:
Mengangkat kedua tangan dalam khutbah jum'at saat khatib berdoa, maka ini tidak diajari'atkan.
🚫Tidak pula pada khutbah 'Ied, tidak bagi imam dan tidak pula bagi makmum.
✔️Hanya saja yang disyari'atkan adalah diam mendengarkan khatib dan MENGAMINKAN do'anya, dengan suara yang lirih, dengan tanpa mengeraskan suara.
Adapun mengangkat tangan, maka ini tidak disyariatkan. Dikarenakan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, tidak mengangkat kedua tangannya ketika berdo'a. Tidak pada khutbah jum'at, tidak pula pada khutbah ied.
Maka tatkala sebagian para shahabat, melihat sebagian para pemimpin ketika itu mereka mengingkarinya.
Dan mengatakan: "Tidaklah Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam, mengangkat kedua tangannya ketika berdo'a (dalam khutbahnya)."
↪️Iya, apabila seorang khatib beristighatsah pada khutbah jumat untuk meminta hujan, maka disyariatkan untuk mengangkat kedua tangannya dalam do'a tatkala istighatsah.
Yakni meminta turunnya hujan.
Dikarenakan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengangkat kedua tangannya ketika itu.
Apabila seorang khatib berdo'a meminta hujan pada khutbah jum'at atau khutbah ied, maka disyariatkan mengangkat kedua tangannya dalam rangka mengikuti Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.
Sumber:
http://www.binbaz.org.sa/node/1317
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
Forum Salafy Purbalingga
↗️JOIN dengan kami di chanel:
http://bit.ly/ForumSalafyPurbalingga
Showing posts with label rubrik. Show all posts
Showing posts with label rubrik. Show all posts
Thursday, 12 May 2016
Monday, 14 July 2014
Do'a Penghuni Gua Al Kahfi
Do'a Penghuni Gua Al Kahfi - Dalam Al qur'an, tepatnya Surat Al Kahfi, Alloh menceritakan tentang Ashabul Kahfi, mereka adalah nama sekelompok orang beriman yang hidup pada masa Raja Diqyanus di Romawi, beberapa ratus tahun sebelum diutusnya nabi Isa as. Mereka hidup ditengah masyarakat penyembah berhala dengan seorang raja yang dzalim. Ketika sang raja mengetahui ada sekelompok orang yang tidak menyembah berhala, maka sang raja marah lalu memanggil mereka dan memerintahkan mereka untuk mengikuti kepercayaan sang raja. Tapi Ashabul Kahfi menolak dan lari, dikejarlah mereka untuk dibunuh. Ketika mereka lari dari kejaran pasukan raja, sampailah mereka di mulut sebuah gua yang kemudian dipakai tempat persembunyian.
Dengan izin Allah mereka kemudian ditidurkan selama 309 tahun di dalam gua, dan dibangkitkan kembali ketika masyarakat dan raja mereka sudah berganti menjadi masyarakat dan raja yang beriman kepada Allah SWT (Ibnu Katsir; Tafsir al-Quran al-’Adzim; jilid:3 ; hal.67-71).
Cerita tentang mereka begitu masyur bagi kaum muslimin. Bahkan ada sebuah do'a dari Ashabul Kahfi, yang do'a itu bisa di amalkan, sebagai do'a sehari-hari, karena do'a tersebut bersifat umum,. Do'a tersebut seperti tersebut dalam Q.S. Al Kahfi ayat 10
إِذْ أَوَى الْفِتْيَةُ إِلَى الْكَهْفِ فَقَالُوا رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا
(Ingatlah) tatkala pemuda-pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua lalu mereka berdo`a: "Wahai Tuhan kami berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)".Q.S. Al Kahfi ayat 10.
Itulah do'a orang-orang yang beriman dan bertakwa kepada Alloh,yaitu para Askabul Kahfi. Semoga Alloh Subhanahu wata'ala memberi taufik kepada kita, agar kita bisa selalu menjalankan perintah Alloh dengan sebaik -baiknya.
Dengan izin Allah mereka kemudian ditidurkan selama 309 tahun di dalam gua, dan dibangkitkan kembali ketika masyarakat dan raja mereka sudah berganti menjadi masyarakat dan raja yang beriman kepada Allah SWT (Ibnu Katsir; Tafsir al-Quran al-’Adzim; jilid:3 ; hal.67-71).
Cerita tentang mereka begitu masyur bagi kaum muslimin. Bahkan ada sebuah do'a dari Ashabul Kahfi, yang do'a itu bisa di amalkan, sebagai do'a sehari-hari, karena do'a tersebut bersifat umum,. Do'a tersebut seperti tersebut dalam Q.S. Al Kahfi ayat 10
إِذْ أَوَى الْفِتْيَةُ إِلَى الْكَهْفِ فَقَالُوا رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا
(Ingatlah) tatkala pemuda-pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua lalu mereka berdo`a: "Wahai Tuhan kami berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)".Q.S. Al Kahfi ayat 10.
Itulah do'a orang-orang yang beriman dan bertakwa kepada Alloh,yaitu para Askabul Kahfi. Semoga Alloh Subhanahu wata'ala memberi taufik kepada kita, agar kita bisa selalu menjalankan perintah Alloh dengan sebaik -baiknya.
Sunday, 10 November 2013
Do’a Nabi Isa ‘Alaihissalam Dalam Meminta Rezeki
Do’a Nabi Isa ‘Alaihissalam Dalam Meminta Rezeki - Banyak do’a yang diambil dari qur’an dan as sunnah dalam meminta rizki. Rezeki di sini bukan hanya sebatas materi, namun bias berupa kesehatan,istri yang sholihah, suami yang solih, anak yang sholihah, anak yang solih, keluarga yang sakinah, mawaddah dan warohmah dan masih banyak bentuk rezeki dari alloh yang intinya adalah berupa kebahagian, ketentraman untuk kita.
Doa ini kami ambil dari do’a yang di panjatkan oleh nabi Isa ‘alaihissalam dalam meminta rizki kepada Alloh subhanawata’ala
Do’a Nabi Isa ‘Alaihissalam Dalam Meminta Rezeki
قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا أَنْزِلْ عَلَيْنَا مَائِدَةً مِنَ السَّمَاءِ تَكُونُ لَنَا عِيدًا لأوَّلِنَا وَآخِرِنَا وَآيَةً مِنْكَ وَارْزُقْنَا وَأَنْتَ خَيرُ الرَّازِقِينَ
Isa putera Maryam berdoa: "Ya Tuhan kami turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami yaitu orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; beri rzekilah kami, dan Engkaulah pemberi rezki Yang Paling Utama." [QS. Al-Maidah : 114] Berdo’alah dan berusaha, semoga alloh memberikan kepada kita Rejeki yang nikmat dan halal. Wallohu a’lam.
Doa ini kami ambil dari do’a yang di panjatkan oleh nabi Isa ‘alaihissalam dalam meminta rizki kepada Alloh subhanawata’ala
Do’a Nabi Isa ‘Alaihissalam Dalam Meminta Rezeki
قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا أَنْزِلْ عَلَيْنَا مَائِدَةً مِنَ السَّمَاءِ تَكُونُ لَنَا عِيدًا لأوَّلِنَا وَآخِرِنَا وَآيَةً مِنْكَ وَارْزُقْنَا وَأَنْتَ خَيرُ الرَّازِقِينَ
Isa putera Maryam berdoa: "Ya Tuhan kami turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami yaitu orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; beri rzekilah kami, dan Engkaulah pemberi rezki Yang Paling Utama." [QS. Al-Maidah : 114] Berdo’alah dan berusaha, semoga alloh memberikan kepada kita Rejeki yang nikmat dan halal. Wallohu a’lam.
Do’a Pengikut Nabi Musa ‘Alaihissalam Perlindungan Dari Kedzaliman
Do’a Nabi Musa ‘Alaihissalam Meminta Perlindungan Dari Kedzaliman - Begitu kerasnya hati Fir’aun Laknatulloh ‘alaih, dia tidak mau menerima dakwah nabi musa ‘Alaihissalam. Dengan gigih fir’aun menentang nabi musa dan pengikutnya.
Fir’aun dan bala tentaranya selalu meneror, menyerang para pengikut nabi musa, dan mereka selalu berdo’a kepada Alloh subhanahu wata’ala dengan do’a berikut:
فَقَالُوا عَلَى اللَّهِ تَوَكَّلْنَا رَبَّنَا لا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِلْقَوْمِ الظَّالِمِينَ
Lalu mereka berkata: "Kepada Allahlah kami bertawakkal! Ya Tuhan kami; janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang'zalim, [QS. Yunus : 85]
فَقَالُوا عَلَى اللَّهِ تَوَكَّلْنَا رَبَّنَا لا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِلْقَوْمِ الظَّالِمِينَ
“Dan selamatkanlah kami dengan rahmat Engkau dari (tipu daya) orang-orang yang kafir." [QS. Yunus : 86]
Demikianlah do’a pengikut nabi musa pada saat itu, memohon kepada Alloh agar di lindungi dari kedzaliman Fir’aun Laknatulloh ‘alaih. Dan Insya Alloh do’a itu juga bias kita amalkan agar kita selalu terhindar dari kedzaliman orang yang dzalim. Wallohu a’lam.
Fir’aun dan bala tentaranya selalu meneror, menyerang para pengikut nabi musa, dan mereka selalu berdo’a kepada Alloh subhanahu wata’ala dengan do’a berikut:
فَقَالُوا عَلَى اللَّهِ تَوَكَّلْنَا رَبَّنَا لا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِلْقَوْمِ الظَّالِمِينَ
Lalu mereka berkata: "Kepada Allahlah kami bertawakkal! Ya Tuhan kami; janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang'zalim, [QS. Yunus : 85]
فَقَالُوا عَلَى اللَّهِ تَوَكَّلْنَا رَبَّنَا لا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِلْقَوْمِ الظَّالِمِينَ
“Dan selamatkanlah kami dengan rahmat Engkau dari (tipu daya) orang-orang yang kafir." [QS. Yunus : 86]
Demikianlah do’a pengikut nabi musa pada saat itu, memohon kepada Alloh agar di lindungi dari kedzaliman Fir’aun Laknatulloh ‘alaih. Dan Insya Alloh do’a itu juga bias kita amalkan agar kita selalu terhindar dari kedzaliman orang yang dzalim. Wallohu a’lam.
Saturday, 31 August 2013
Hukum Berdoa Meminta Panjang Umur?
Hukum Berdoa Meminta Panjang Umur? - Pertanyaan: Apa hukum berdoa untuk meminta umur panjang?
Di Jawab Oleh: Syaikh Yahya bin Ali Al-Hajuri: Boleh, tetapi hal itu menyelisihi yang lebih afdhal.
Berdasarkan hadits Ummu Habibah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda,
Beliau menunjukkan untuk Ummu Habibah apa yang lebih afdhal. Sekalipun boleh untuk meminta panjang umur, berdasarkan hadits: Sesungguhnya Nabi bersabda kepada seorang perempuan: “Hartanya umurnya yang panjang”.
Dan dalam hadits bahwasanya Nabi bersabda kepada ‘Abdullah bin Busr: “Hiduplah seabad”. Maka dia pun hidup seabad, sedangkan satu abad itu 100 tahun.
(Sumber: Al-Hatstsu Wattahridh Ala Ta’limi Ahkamil Maridh)
Di Jawab Oleh: Syaikh Yahya bin Ali Al-Hajuri: Boleh, tetapi hal itu menyelisihi yang lebih afdhal.
Berdasarkan hadits Ummu Habibah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,
“Ya Allah, panjangkanlah (umurku) dengan suamiku Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dan dengan ayahku Abu Sufyan, dan dengan saudaraku Mu’awiyah.”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda,
“Engkau telah meminta kepada Allah ajal yang telah pasti, dan rezeki yang telah dibagi. Seandainya engkau meminta kepada Allah untuk memasukkanmu ke dalam jannah dan menyelamatkanmu dari neraka (maka itulah yang lebih baik.”
Beliau menunjukkan untuk Ummu Habibah apa yang lebih afdhal. Sekalipun boleh untuk meminta panjang umur, berdasarkan hadits: Sesungguhnya Nabi bersabda kepada seorang perempuan: “Hartanya umurnya yang panjang”.
Dan dalam hadits bahwasanya Nabi bersabda kepada ‘Abdullah bin Busr: “Hiduplah seabad”. Maka dia pun hidup seabad, sedangkan satu abad itu 100 tahun.
(Sumber: Al-Hatstsu Wattahridh Ala Ta’limi Ahkamil Maridh)
Wednesday, 21 August 2013
Do'a Minta Mati Dalam Keadaan Berserah Diri
Do'a Minta Mati Dalam Keadaan Berserah Diri - Mati dalam keadaan Khusnul Khotimah adalah impian dan idaman setiap mukmin baik laki-laki atau perempuan. Mati dalam keadaan berserah diri kepada Allah adalah mati yang sangat indah bagi setiap mukmin.
Dan do'a berikut ini adalah do'a yang di panjatkan oleh para penyihir-penyihir raja Fir'aun, yang bertobat kepada Allah karena mereka kalah oleh mukjizat yang di bawa oleh Nabi Musa a.s.
Demikianlah yang bisa saya paparkan, masih banyak sekali kekurangannya, tetapi intinya kita terus mencari ilmu, dan terus meminta hidayah kepada Allah agar kita bisa melakukan, dapat istiqomah dalam menjalankan ibadah kepada Allah. Wallahu A’lam..
Dan do'a berikut ini adalah do'a yang di panjatkan oleh para penyihir-penyihir raja Fir'aun, yang bertobat kepada Allah karena mereka kalah oleh mukjizat yang di bawa oleh Nabi Musa a.s.
- Firaun berkata: "Apakah kamu beriman kepadanya sebelum aku memberi izin kepadamu?, sesungguhnya (perbuatan) ini adalah suatu muslihat yang telah kamu rencanakan di dalam kota ini, untuk mengeluarkan penduduknya dari padanya; maka kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu ini)(Qs. Al-A'raaf :123);
- Demi, sesungguhnya aku akan memotong tangan dan kakimu dengan bersilang secara bertimbal balik, kemudian sungguh-sungguh aku akan menyalib kamu semuanya.(Qs. Al-A'raaf :124)"
- Ahli-ahli sihir itu menjawab: "Sesungguhnya kepada Tuhanlah kami kembali(Qs. Al-A'raaf :125).
- Dan kamu tidak menyalahkan kami, melainkan karena kami telah beriman kepada ayat-ayat Tuhan kami ketika ayat-ayat itu datang kepada kami". (Mereka berdoa): "
"Robbanaa Afrigh 'alainaa Shobron Watawaffanaa Muslimiin "
Artinya : "Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (kepada-Mu)(Qs. Al-A'raaf :126)"
Demikianlah yang bisa saya paparkan, masih banyak sekali kekurangannya, tetapi intinya kita terus mencari ilmu, dan terus meminta hidayah kepada Allah agar kita bisa melakukan, dapat istiqomah dalam menjalankan ibadah kepada Allah. Wallahu A’lam..
Do’a Ketika Takut Di Dzalimi Seseorang
Do’a Ketika Takut Di Dzalimi Seseorang - Tidak semua orang di dunia ini adalah orang yang baik. Adakalanya ada orang yang mendzalimi kita. Kedzaliman sangat banyak bentuknya. Contohnya, mengambil harta milik kita, menghina kita ,menghujat kita dan juga menganiaya kita.
Dan apabila kita merasa takut akan di zhalimi orang berdoalah dengan do'a berikut.
"...Robbi Najjinii Minal Qoumidzoolimiin"
[Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari orang-orang yang lalim itu] (Qs.Al Qashash : 21)
Ini adalah do'a Nabi Musa a.s ketika takut terhadap orang Qibti, setelah musa membunuh orang mesir [Qibti] karena menolong orang bani israil di kota Memphis. Seperti Di jelaskan Pada Qs.Al Qashash : 15-21
Kita serahkan semua urusan kita kepada Allah, Berdo'alah dan bertawakkal kepada-Nya. Semoga Allah selalu menolong kita dari orang-orang Dzalim. Amiin..
Dan apabila kita merasa takut akan di zhalimi orang berdoalah dengan do'a berikut.
"...Robbi Najjinii Minal Qoumidzoolimiin"
[Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari orang-orang yang lalim itu] (Qs.Al Qashash : 21)
Ini adalah do'a Nabi Musa a.s ketika takut terhadap orang Qibti, setelah musa membunuh orang mesir [Qibti] karena menolong orang bani israil di kota Memphis. Seperti Di jelaskan Pada Qs.Al Qashash : 15-21
"Dan Musa masuk ke kota (Memphis) ketika penduduknya sedang lengah, maka didapatinya di dalam kota itu dua orang laki-laki yang berkelahi; yang seorang dari golongannya (Bani Israel) dan seorang (lagi) dari musuhnya (kaum Firaun). Maka orang yang dari golongannya meminta pertolongan kepadanya, untuk mengalahkan orang yang dari musuhnya lalu Musa meninjunya, dan matilah musuhnya itu. Musa berkata:
"Ini adalah perbuatan syaitan sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang menyesatkan lagi nyata (permusuhannya).(Qs.Al Qashash : 15)
"Ini adalah perbuatan syaitan sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang menyesatkan lagi nyata (permusuhannya).(Qs.Al Qashash : 15)
"Musa mendoa: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri karena itu ampunilah aku". Maka Allah mengampuninya, sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Qs.Al Qashash : 16)
"Musa berkata: "Ya Tuhanku, demi nikmat yang telah Engkau anugerahkan kepadaku, aku sekali-kali tiada akan menjadi penolong bagi orang-orang yang berdosa". (Qs.Al Qashash : 17)
"Karena itu, jadilah Musa di kota itu merasa takut menunggu-nunggu dengan khawatir (akibat perbuatannya), maka tiba-tiba orang yang meminta pertolongan kemarin berteriak meminta pertolongan kepadanya. Musa berkata kepadanya: "Sesungguhnya kamu benar-benar orang sesat yang nyata (kesesatannya)". (Qs.Al Qashash : 18)
"Maka tatkala Musa hendak memegang dengan keras orang yang menjadi musuh keduanya, musuhnya berkata: "Hai Musa, apakah kamu bermaksud hendak membunuhku, sebagaimana kamu kemarin telah membunuh seorang manusia? Kamu tidak bermaksud melainkan hendak menjadi orang yang berbuat sewenang-wenang di negeri (ini), dan tiadalah kamu hendak menjadi salah seorang dari orang-orang yang mengadakan perdamaian". (Qs.Al Qashash : 19)
"Dan datanglah seorang laki-laki dari ujung kota bergegas-gegas seraya berkata: "Hai Musa, sesungguhnya pembesar negeri sedang berunding tentang kamu untuk membunuhmu, sebab itu keluarlah (dari kota ini) sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang memberi nasihat kepadamu".(Qs.Al Qashash : 20)
" Maka keluarlah Musa dari kota itu dengan rasa takut menunggu-nunggu dengan khawatir, dia berdoa: "Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari orang-orang yang lalim itu". (Qs.Al Qashash : 21)
Kita serahkan semua urusan kita kepada Allah, Berdo'alah dan bertawakkal kepada-Nya. Semoga Allah selalu menolong kita dari orang-orang Dzalim. Amiin..
Subscribe to:
Posts (Atom)




