Berbuka puasa dilihat dari wajib tidaknya qodho dan fidyah terbagi menjadi 4 bagian, yakni :
1. Berbuka/tidak puasa yang menyebabkan wajib melakukan qodlo puasa dan fidyah. Hal ini diperuntukan bagi mereka yang tidak puasa karena khawatir kepada pihak lain, misalnya seorang ibu menyusui yang khawatir terhadap anak atau bayi yang dikandungnya sehingga diputuskan untuk tidak berpuasa. Atau bagi mereka yang mengakhirkan qodlo puasa Ramadhan tahun lalu, sehingga datang Ramadlan tahun ini, padahal dia memungkinkan untuk segera membayar qodlo tersebut. Bagi mereka disamping wajib mengqodlo puasa, wajib pula membayar fidyah yakni memberi makan orang miskin tiap 1 hari puasa yang ditinggalkan sebanyak 1 mud (6 ons beras). Jika tahun berikutnya utang puasa tersebut masih belum dibayar juga, maka wajib lagi bagi dia membayar fidyah sejumlah puasa yang belum diganti/diqodlo. Begitulah seterusnya sampai puasa tersebut lunas.
2. berbuka/tidak puasa yang menyebabkan wajib melakukan qodlo puasa tetapi tidak wajib fidyah. Contohnya banyak sekali yaitu orang yang pingsan seharian, orang yang sengaja batal puasa, lupa niat di malam hari dan masih banyak kasus lainnya.
3. Berbuka/tidak puasa yang menyebabkan wajib melakukan fidyah tetapi tidak wajib melakukan qodlo yakni bagi orang tua yang sudah uzur dan tidak mampu lagi berpuasa.
4. Berbuka/tidak puasa yang menyebabkan tidak wajib melakukan qodlo puasa dan fidyah yakni bagi mereka yang gila dan anak kecil.
Monday, 17 December 2012
Syarat Wajib Puasa Ramadhan
SYARAT WAJIB PUASA RAMADHAN
1. Islam atau pernah memeluk Islam, sehingga termasuk wajib berpuasa orang yang murtad, walaupun puasanya tidak sah.
2. Taklif artinya berakal dan balig, maka tidak wajib puasa bagi anak kecil, orang gila, pingsan dan yang mabuk. Namun wajib mengqodo puasa bagi mereka yang pingsan dan mabuk.
3. Kuat berpuasa, maka tidak wajib berpuasa bagi mereka yang tak mampu seperti tua renta dan yang sakit.
4. Sehat, sehingga tidak wajib berpuasa bagi yang sakit jika sekiranya dengan puasa tersebut bisa menambah parah penyakitnya.
5. Muqim, Maka diperbolehkan tidak berpuasa bagi yang melakukan perjalanan jauh dengan syarat keberangkatan perjalanan tersebut harus sebelum fajar. Juga tidak diperbolehkan tidak berpuasa bagi mereka yang selalu melakukan perjalanan tiap harinya seperti supir atau kondektur.
Inilah Beberapa Syarat Wajib Puasa Ramadhan Adalah :
1. Islam atau pernah memeluk Islam, sehingga termasuk wajib berpuasa orang yang murtad, walaupun puasanya tidak sah.
2. Taklif artinya berakal dan balig, maka tidak wajib puasa bagi anak kecil, orang gila, pingsan dan yang mabuk. Namun wajib mengqodo puasa bagi mereka yang pingsan dan mabuk.
3. Kuat berpuasa, maka tidak wajib berpuasa bagi mereka yang tak mampu seperti tua renta dan yang sakit.
4. Sehat, sehingga tidak wajib berpuasa bagi yang sakit jika sekiranya dengan puasa tersebut bisa menambah parah penyakitnya.
5. Muqim, Maka diperbolehkan tidak berpuasa bagi yang melakukan perjalanan jauh dengan syarat keberangkatan perjalanan tersebut harus sebelum fajar. Juga tidak diperbolehkan tidak berpuasa bagi mereka yang selalu melakukan perjalanan tiap harinya seperti supir atau kondektur.
Hal Mewajibkan Puasa Ramadhan
HAL YANG MEWAJIBKAN PUASA RAMADHAAda 5 perkara yang mewajibkan puasa Ramadlan, yakni :
1. Sempurnanya bulan Sya’ban selama 30 hari.
2. Melihat hilal bulan Ramadlan pada malam hari. Hal ini berlaku bagi mereka/individu yang merasa melihat hilal, walaupun dia sendiri mempunyai sifat fasiq atau kurang adil.
3. Meyakini seseorang yang melihat bulan. Hal ini berlaku bagi mereka yang tidak melihat bulan, namun ada kabar dari seseorang yang adil kesaksiannya bahwa orang tersebut melihat bulan, lalu diyakini dan diikuti. Namun dengan syarat, kesaksian orang tersebut harus ditetapkan oleh hukum/pemerintah, tidak fasiq, bukan hamba sahaya dan harus laki-laki. Dalil tentang ini adalah hadits dari Ibnu Umar : “Aku memberi kabar kepada Rosululloh bahwa seseungguhnya aku bersaksi telah melihat hilal. Lalu beliau puasa dan memerintahkan kaumnya untuk berpuasa”.
4. Adanya kabar berita bahwa Ramadlan telah tiba, yang dirasakan yakin kebenaran berita itu di dalam hati, walaupun kabar tersebut berasal dari orang fasiq, hamba sahaya atau pun anak kecil.
5. Sangkaan telah masuknya bulan Ramadlan melalui ijtihad/dugaan. Contoh kasus terhadap orang-orang yang hidup di hutan belantara atau penjara pengasingan.
Adapun berita dari golongan orang-orang yang melakukan puasa berdasarkan telah terbitnya bintang tertentu, maka tidak boleh diikuti, dan hanya wajib dilakukan bagi golongan dia sendiri. Hal ini juga berlaku dalam menentukan waktu sholat atau bulan haji. Intinya, harus konsekwen, jika melakukan puasa/ibadah lainnya berdasarkan melihat hilal, maka di saat lain tidak boleh melakukan ibadah lain berdasarkan hisab atau perhitungan bintang.
Subscribe to:
Posts (Atom)

